August 19th, 2009 | 1 Comment
Mungkin sebagai pelaku retail, kita jarang mendengar istilah audit retail. Hal kecil dan sederhana namun sangat besar dampaknya jika dilakukan dengan baik dan konsisten.
Apa yang dimaksud audit retail?
Sejumlah retail besar biasanya sudah menerapkan konsep audit yang banyak mengacu pada istilah audit itu sendiri yaitu mencari, menemukan dan membenahi sistem manajemen retail yang mencakup berbagai bidang divisi seperti operasional, accounting financial, human resources, lay out, supply chain dan warehousing. Dalam audit kita berusaha menemukan ketidaksesuaian atau ketidak cocokan antara yang di dokumen dengan yang ada dilapangan atau yang ada dalam standard perusahaan dengan yang terjadi di lapangan. Bisa juga audit retail dilakukan dengan maksud tertentu seperti untuk mengetahui lay out dari barang dagangan yang kita sudah lakukan atau untuk mengetahui kebocoran barang stock di gudang atau di toko itu sendiri.
Siapa yang bisa Melakukan Audit Retail?
Perusahaan biasanya jarang memiliki divisi audit karena dianggap tidak berguna. Padahal audit dapat dilakukan oleh divisi di internal perusahaan atau oleh konsultan retail berpengalaman untuk menjaga independensi. Jika audit retail dilakukan oleh divisi internal maka orang-orang di dalam tim audit itu harus independent dan bisa dipercaya. Nah untuk hal ini biasanya manajemen perusahaan kurang percaya dengan karyawannya yang notabene bisa saja melakukan kong kalingkong dengan bagian lain untuk melakukan kecurangan. Jika audit retail dilakukan oleh konsultan retail, maka harus dicari konsultan retail yang bisa dipercaya dan memiliki integritas tinggi serta memiliki sumber daya manusia (konsultan retail) yang berpengalaman. Diharapkan dengan demikian bisa menemukan ketidaksesuaian atau mencari kebolongan di dalam sistem manajemen perusahan retail. Hasil dari audit retail nantinya hanya bisa dinikmati oleh manajemen perusahaan sebagai pemilik dari perusahaan.
Berkaca dari pengalaman, audit retail sebaiknya tidak diberitahukan kepada karyawan yang akan kita audit. Jika kita sudah memberitahukan kepada karyawan yang bersangkutan untuk melakukan audit maka jauh-jauh hari sebelumnya pasti akan dilakukan persiapan untuk menutupi kecurangan yang pernah dilakukan. Bisa juga kita melakukan audit dengan menggunakan pihak ketiga yang menyamar sebagai pembeli atau pemasok barang, sehingga dengan kondisi misalnya pakaian kotor dan bau apakah pelayan masih bisa melayani kita? apakah orang divisi gudang akan melakukan kecurangan dengan barang yang kita pasok. Nah banyak teknik untuk melakukan audit retail.
Sayang sekali jika kita sudah memiliki retail yang berkembang dengan bagus, namun kita hanya percaya pada karyawan tanpa mengetahui apa yang mereka lakukan di dalam perusahaan kita. Mari kita lakukan audit retail untuk menjaga keutuhan nilai dari karyawan kita dan asset perusahaan.
http://konsultan-manajemen.com/2009/08/audit-retail-penting-bagi-pebisnis-retail
June 14th, 2009 | Comments Off
Industri retail berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari 1). Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format retail. 2). meningkatnya konsentrasi industri. 3). Globalisasi dan 4). Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.
Saat ini konsumen dapat membeli barang yang sama dari sejumlah retail yang berbeda. Masing-masing format retail menargetkan pangsa pasar yang berbeda dan yang semakin meningkat. Tiap jenis retail menawarkan manfaat yang berbeda, sehingga para konsumen bisa berlangganan pada retail yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda.
Read More
Related Websites
May 14th, 2009 | 1 Comment
Saat ini bisnis ritel merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek yang baik dan terus berkembang. Pengelolaan bisnis ritel membutuhkan kesiapan pengelola dalam semua sisi manajemen. Kelemahan dalam satu sisi manajemen ritel akan membuat peritel mengalami kendala dalam mengelola dan memacu industri ritel bekerja dengan baik dan cepat.
Masalah umum yang dihadapi oleh pebisnis ritel -terutama pebisnis baru- saat ini adalah masalah manajemen. Mereka biasanya membuka ritel dengan tanpa konsep atau tanpa manajemen strategi ritel yang matang.
Dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai manajemen ritel mulai dari strategi pemasaran ritel, strategi financial dan keuangan ritel, strategi lokasi ritel, manajemen sumber daya manusia ritel, Informasi sistem dan supply chain manajemen ritel hingga manajemen hubungan customer.
Read More
Related Websites
March 29th, 2009 | 4 Comments
Kata ritel berasal dari bahasa Perancis, ritellier, yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Retail atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis. Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi retail (ritel) juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko. 
Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis retail (ritel) adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Produsen menjual produk-produknya kepada peretail maupun peritel besar (wholesaler). Peritel besar ini juga kerap disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.
Read More
Related Websites
March 22nd, 2009 | 5 Comments
KONSULTAN MANAJEMEN STRATEGI, BISNIS STRATEGI CONSULTANT: Pentingnya Manajemen strategi Mengapa kita perlu meletakkan banyak tekanan pada manajemen strategi? Manajemen strategi menjadi penting karena alasan berikut:
Globalisasi:
Pertama, Dampak tidak adanya batas-batas global dunia saat ini yang sangat cepat berubah! Batas-batas negara yang tidak lagi dapat menentukan batas kehidupan bisnis. Untuk melihat dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi pegangan hidup untuk bisnis. Pemahaman tentang manajemen strategi bergantung pada cara orang mendapatkan pemahaman tentang kompetitor, pasar, harga, pemasok, distributor, pemerintah, kreditur, pemegang saham, dan pelanggan di seluruh dunia. Harga dan kualitas sebuah perusahaan dari produk dan layanan harus kompetitif di pasar di seluruh dunia, tidak hanya pasar. Untuk menjadi sukses dalam usaha perlu meletakkan tekanan pada globalisasi.

Read More
Related Websites