July 22nd, 2010 | 4 Comments
Pada saat ini masih banyak Perusahaan yang beroperasi tanpa didukung dengan sebuah SOP, sistem Prosedur , Standard Operational Procedure, Prosedur Kerja perusahan. Mereka lebih banyak beroperasi berdasarkan kebiasaan apa yang sudah mereka jalankan bertahun-tahun dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan/ budaya perusahaan tersebut. Tidak hanya terbatas dengan perusahaan dengan skala kecil, perusahaan skala menengah dan besar pun masih ada yang belum memiliki Standard Operational yang baku dan dibakukan pula. Pada umumnya juga perusahaan dengan tipe seperti ini semua system yang ada dan berlaku disana ada dan dicatat dimasing-masing kepala para key person, dimana para key person mungkin sudah bekerja lama untuk perusahaan ini.
Read More
Related Websites
January 25th, 2010 | No Comments
Dunia Industri pasti membutuhkan marketing atau pemasaran. Sesederhana apapun bentuknya pasti diperlukan pemasaran. Bentuknya bisa macam-macam bisa lewat dari mulut ke mulut, sampai kepada iklan dan adversiting yang sudah menggunakan digital web.
Memang masing-masing teknik ada kekuatan dan kelemahannya, dan masing-masing produk atau jasa yang Anda tawarkan pasti juga memiliki karakteristik atau strategi sendiri. Bisa jadi lewat strategi dari mulut ke mulut untuk satu produk tidak mempan, namun bisa saja produk lain tidak efektif dalam menggunakan media iklan. Pertanyaanya dimana letak kesalahan dan kekuarangannya? Mari kita telaah satu persatu.
Kita lihat dari karakteristik produk. Suatu produk pasti sudah memiliki segmentasi, pasar, kelas, harga, kemasan, dan sebagainya yang membuat produk atau jasa tersebut memiliki kekhasan tersendiri. Demikian juga dengan namanya pasar atau konsumen. DI sisi konsumen sudah memiliki “selera pasar” yang mungkin bisa ditangkap oleh produsen suatu produk atau jasa. Bisa juga mereka tidak bisa menangkapnya. Lalu kalau sudah ditangkap bagaimana mengkomunikasikannya?
Media komunikasi produk sangat semakin maju bersama berkembangnya teknologi komunikasi. Dan hal ini juga diiringi oleh customer atau pasar kita dalam mencari informasi atau mendapatkan data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Lihat saja perkembangan dunia internet! Siapa yang saat ini tidak kenal internet, dan siapa yang tidak menggunakannnya.
Perubahan media komunikasi mau tidak mau mengharuskan para produsen barang dan jasa mampu memberikan informasi cepat, akurat dan bertanggung jawab kepada konsumen sehingga informasi yang dibentuk bisa positive dan sesuai dengan kebutuhan pasar/customer.
Lalu bagaimana mengetahui media komunikasi marketing yang efektif, biaya murah dan dapat mencapai pasar sebanyak-banyaknya?
Pertama tentu harus mengetahui media komunikasi apa saja yang dipakai oleh calon pasar/customer kita untuk mencari informasi produk yang kita tawarkan. Metode ini bisa menggunakan riset sebagai alat bantu, kemudian kita akan mendapatkan sejumlah list media komunikasi yang bisa dipakai oleh calon customer kita.
Apakah dari list itu berbiaya mahal atau sudah murah? sesuai budget perusahaan atau over budget? Kalau masih over atau masih di atas budget yang ditentukan perusahaan harus dicari teknik dan strategi media komunikasi marketing yang lebih cocok.
Bagaimana mencari media komunikasi marketing yang cocok itu? Anda bisa hubungi kami untuk membantu marketing strategy memacu dan melebarkan sayap perusahaan dengan baik. Terimakasih.
August 20th, 2009 | 3 Comments
HR manajemen (manajemen sumber daya manusia) adalah bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. HR manajemen lebih fokus membahas mengenai pengaturan peranan manusia dalam mewujudkan peranan yang optimal. Pengaturan itu meliputi masalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian tenaga kerja untuk membantu terwujudnya tujuan perusahaan.
Peranan HR Manajemen dapat diringkas menjadi beberapa hal berikut:
1. menetapakan jumlah, kualitas tenaga kerja di perusahaan yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job description, job spesicifation, job requirement, dan job evaluation.
2. Menetapkan penarikan, seleksi dan penempatan karyawan berdasarkan asas the right man in the right place and the right man in the right job.
3. Memonitor dan mengimplementasikan undang-undang dan peraturan yang berlaku mengenai ketenagakerjaan.
4. Menetapakan program kesejahteraan, pengembangan, promosi dan pemberhentian.
Read More
Related Websites
August 19th, 2009 | 1 Comment
Mungkin sebagai pelaku retail, kita jarang mendengar istilah audit retail. Hal kecil dan sederhana namun sangat besar dampaknya jika dilakukan dengan baik dan konsisten.
Apa yang dimaksud audit retail?
Sejumlah retail besar biasanya sudah menerapkan konsep audit yang banyak mengacu pada istilah audit itu sendiri yaitu mencari, menemukan dan membenahi sistem manajemen retail yang mencakup berbagai bidang divisi seperti operasional, accounting financial, human resources, lay out, supply chain dan warehousing. Dalam audit kita berusaha menemukan ketidaksesuaian atau ketidak cocokan antara yang di dokumen dengan yang ada dilapangan atau yang ada dalam standard perusahaan dengan yang terjadi di lapangan. Bisa juga audit retail dilakukan dengan maksud tertentu seperti untuk mengetahui lay out dari barang dagangan yang kita sudah lakukan atau untuk mengetahui kebocoran barang stock di gudang atau di toko itu sendiri.
Siapa yang bisa Melakukan Audit Retail?
Perusahaan biasanya jarang memiliki divisi audit karena dianggap tidak berguna. Padahal audit dapat dilakukan oleh divisi di internal perusahaan atau oleh konsultan retail berpengalaman untuk menjaga independensi. Jika audit retail dilakukan oleh divisi internal maka orang-orang di dalam tim audit itu harus independent dan bisa dipercaya. Nah untuk hal ini biasanya manajemen perusahaan kurang percaya dengan karyawannya yang notabene bisa saja melakukan kong kalingkong dengan bagian lain untuk melakukan kecurangan. Jika audit retail dilakukan oleh konsultan retail, maka harus dicari konsultan retail yang bisa dipercaya dan memiliki integritas tinggi serta memiliki sumber daya manusia (konsultan retail) yang berpengalaman. Diharapkan dengan demikian bisa menemukan ketidaksesuaian atau mencari kebolongan di dalam sistem manajemen perusahan retail. Hasil dari audit retail nantinya hanya bisa dinikmati oleh manajemen perusahaan sebagai pemilik dari perusahaan.
Berkaca dari pengalaman, audit retail sebaiknya tidak diberitahukan kepada karyawan yang akan kita audit. Jika kita sudah memberitahukan kepada karyawan yang bersangkutan untuk melakukan audit maka jauh-jauh hari sebelumnya pasti akan dilakukan persiapan untuk menutupi kecurangan yang pernah dilakukan. Bisa juga kita melakukan audit dengan menggunakan pihak ketiga yang menyamar sebagai pembeli atau pemasok barang, sehingga dengan kondisi misalnya pakaian kotor dan bau apakah pelayan masih bisa melayani kita? apakah orang divisi gudang akan melakukan kecurangan dengan barang yang kita pasok. Nah banyak teknik untuk melakukan audit retail.
Sayang sekali jika kita sudah memiliki retail yang berkembang dengan bagus, namun kita hanya percaya pada karyawan tanpa mengetahui apa yang mereka lakukan di dalam perusahaan kita. Mari kita lakukan audit retail untuk menjaga keutuhan nilai dari karyawan kita dan asset perusahaan.
http://konsultan-manajemen.com/2009/08/audit-retail-penting-bagi-pebisnis-retail
June 7th, 2009 | No Comments
Jika kita teliti dari kata blessing artinya diberkati dan bisnis adalah usaha yang mendatangkan keuntungan. Jadi, blessing bisnis adalah bisnis yang diberkati. Diberkati oleh siapa? Mari kita lihat dan selidiki lebih jauh. Sebagai pebisnis tujuan utama adalah mencari profit sebanyak-banyaknya untuk mengembalikan investasi yang kita tanamkan dan kemudian mendatangkan kemakmuran yang kita harapkan. Dalam agama diberkati memiliki makna bahwa orang atau pelaku bisnis harus mengikuti aturan dan ajaran dari sang pencipta atau Tuhan. Artinya, harus ada usaha dari pelaku bisnis untuk menjadi mengikuti aturan agama dengan baik dan benar termasuk dalam bisnis.
Bisnis yang kita geluti sering dipisahkan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dari persoalan keagamaan. Business is business. Bisnis adalah bisnis. Hal ini yang sering kita dengar dan kita terapkan.
Read More
Related Websites